Tipe-tipe Lapangan Tenis
Desember 5, 2007 at 11:57 am 30 komentar
Semalam saya sempat main tenis 2 set dengan kolega saya di lapangan Bea Cukai, Rawamangun. Kebetulan malam tadi saya bermain baik dengan merebut kemenangan 7-5, 6-3. Mengingat lapangannya yang bertipe hard court dengan laju bola yang cepat, saya memakai strategi dengan banyak maju ke depan memukul voli dengan sebelumnya dipancing oleh pukulan approach dengan slice yang menyusur tanah sehingga lawan mau tak mau harus mengangkat bola. Ternyata taktik tersebut membuahkan hasil yang positif. Nah, hari ini saya jadi terinspirasi ingin menulis tentang tipe-tipe lapangan tenis yang ada. Ini nantinya tak lepas dari strategi yang kita terapkan di lapangan.
Menurut jenis material yang dipakai untuk membuat lapangan, maka lapangan tenis secara garis besar dibagi menjadi 4, yaitu:
1. Grass Court (lapangan rumput)
Seperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.
2. Hard Court (lapangan semen)
Lapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal. Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan sintetis untuk melapisi lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat dari akrilik) dipakai untuk lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open atau di Australian Open memakai Rebound Ace.
3. Clay court (lapangan tanah liat)
Lapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang. Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan menghasilkan pukulan yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan Hard Court. Lapangan clay
4. Indoor
Istilah ini sebenarnya lebih pantas untuk masuk klasifikasi di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau dalam ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court, walaupun ada juga lapangan indoor clay seperti di lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta. Tetapi kalau di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan dilapisi oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation) sendiri mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai semacam rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.
Dari uraian di atas, karakteristik lapangan tenis menurut laju bolanya kira-kira ada 2, yaitu: cepat dan sedang-lambat. Permainan yang dimainkan di lapangan cepat (grass court dan hard court) dimana bola meluncur dan efek pantulan sedikit terjadi sangat cocok bagi pemain yang memiliki servis yang keras, pukulan yang flat (mendatar dan tidak memantul) serta pemain volleyer. Contoh nyata pemain pro yang merajai di lapangan cepat umumnya memiliki tipe service-volley, seperti John McEnroe, Borris Becker, Pete Sampras dan All Around player seperti Roger Federer. Sedangkan untuk lapangan sedang-lambat (hard court dan clay) pemain yang memiliki permainan baseliner, biasa dengan rally-rally panjang dan pukulan-pukulan topspin yang melenting akan diuntungkan di lapangan ini. Contoh pemain pro yang merajai di lapangan sedang-lambat adalah Andre Agassi, Sergi Bruguera atau raja clay saat ini yaitu Rafael Nadal.
Jadi tipe permainan pun mau tidak mau tergantung dari lapangannya juga. Pemain yang biasa di lapangan lambat akan tidak efektif bila mengaplikasikan pukulan-pukulan topspin-nya di lapangan cepat terutama rumput dan sebaliknya pun begitu. Bahkan Federer pun hingga sekarang masih belum bisa merebut Grand Slam di lapangan clay (French Open) yang saat ini dikuasai Rafael Nadal, begitupun sebaliknya.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: clay court, grass court, hard court, lapangan tenis.
30 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed












1.
Hanster | Desember 5, 2007 pada 7:02 pm
Mmmm satu lg…
Lapangan aspal…
Cz gw pernah liat lapangan yg di aspal
=> Hansteru WebBlog <=
2.
ronald | Desember 5, 2007 pada 10:19 pm
hmmm….. tak pelak lagi, pasti kolega kak imam adalah mas jimmy. karena forehand cangkul mas jimmy pasti kesulitan menghadapi bola2 slice rendah. tinggal di “mamam” di depan net. hahahha
3.
prasso | Desember 6, 2007 pada 8:49 am
@Hanster
Iya, itu termasuk lapangan hardcourt
@Ronald
Tau aja loe….gw aja pas maen volinya emang lagi bagus jadi passing2nya kesamber mulu
4.
rifki | Desember 9, 2007 pada 12:59 pm
sang penulis memang bergerak lebih cepat sekerang di atas lapangan.. harus diakui.. hmm.. bisa jadi juga sih gw yg melambat.. he2..
5.
prasso | Desember 10, 2007 pada 8:55 am
@rifki
sepertinya memang berjalan beriringan tong. Gw semakin cepat, sementara lu melambat…*hop-hop-hop*
6.
Aree | Desember 10, 2007 pada 9:26 pm
ada juga imitasi grass court, karpet + pasir. asik untuk serve and volley dan bisa volley terbang a la boris becker
7.
prasso | Desember 11, 2007 pada 9:29 am
@Aree
Yo i ree, sayangnya gw masih belom bisa voli terbang-terbang kayak gitu. Mungkin nanti gw bisa berlatih kalo sempet maen di lapangan rumput
8.
Fun Tennis | Desember 14, 2007 pada 12:47 am
dimana ada lapangan rumput di jakarta ?
9.
prasso | Desember 14, 2007 pada 8:33 am
@Fun Tennis
Wah kalo itu saya belom punya informasinya. Sepertinya di Indonesia sangat langka lapangan rumput
10.
WIWIT | Maret 11, 2008 pada 1:33 pm
kalo ada yang punya contoh rab lapangan tenis tolong dong email ke alamat ini:sekararum_multitata@yahoo.com.
Makasih banget kalo ada yang berbaik hati mo kirimin email….
11.
M.Timbang | Agustus 9, 2008 pada 10:08 am
saya senang bermain di lapangan hard court
12.
zubaidi | Agustus 19, 2008 pada 12:25 pm
tolong tanya emang ada lap tennis yang pakai semen warna stahu gw aspal pasir ame semen campuran smacem pewarna gitu
13.
mhd. isnaini | November 1, 2008 pada 9:53 pm
boleh minta ukuran dan gambar lapangan tennis, thanks ya
14.
Soetedja Wihardja | Februari 12, 2009 pada 5:42 pm
Terima kasih, tulisan anda tentu berguna bagi banyak orang
Saya membuat Lapangan Tenis, biasa nya permintaan di INDONESIA jenis HARD COURT / beton atau dgn Granite
15.
AULIA | Mei 2, 2009 pada 11:06 am
ya aku suka ma lapangan tu
16.
AULIA | Mei 2, 2009 pada 11:09 am
aku suka ma lapangantu
17.
adit | Juni 17, 2009 pada 3:08 pm
ada list lapangan tennis disewakan di daerah jaksel ga ya?? beserta kisaran harga sewa per jam nya,,,
tengkiu,,,
18.
allysa | Agustus 9, 2009 pada 1:32 pm
akh…. basi bgtz dgh!!!!!!
19.
Ibelya | Agustus 21, 2009 pada 2:48 pm
Pinter lo………. makasih ya!!!!!!!!!
Pr gue selesai dech!!!!!!!!!!!!!!!
MaKaSih………..
20.
Ibelya | Agustus 21, 2009 pada 2:58 pm
Eh, bentar. Gue perhatiin kok lapangan Clay nya yg bagian akhir gak lanjut sih? PR gue berantakan donk!!!!! ( ;_; )
21.
zhukih | Februari 28, 2010 pada 9:57 am
kalangkong
22.
alak | Mei 12, 2010 pada 9:30 pm
setau saya lapangan rumput banyak di indonesia..
biasanya sih tempat main bola..wkwkwkwkwk v^-^
23.
Alfa Harahap | Mei 30, 2010 pada 4:05 pm
bro, mohon diupdate. karena federer juara di rolland garos 2009, dan dia bukan bermasalah dgn lapangan clay, tapi bermasalah dgn nadal di clay ! hahahahah
24.
budisantoso | Desember 8, 2010 pada 12:19 am
jika ada yg akan buat lap.tenis sy siap mengerjakan hub.085852470289
25.
alniati | Maret 3, 2011 pada 6:25 pm
tolong gambar nya di perbesar
26.
rob. | Maret 5, 2011 pada 12:03 am
kl boleh lebih dirincikan lg mengenai bahan utk lantai lap. tenis kw.baik termasuk teknis pemasangannya. thaks.
27.
jesicka | April 19, 2011 pada 7:19 pm
bagus sieh bagus lapangannya tpi tolong diperbesar
28.
Agus Indriatno | September 1, 2011 pada 3:48 am
kalau ada yang butuh granit hijau saya bisa bantu, kebetula saya produksi batu granit hijau dari tulungagung .HP 081259900449.
29.
Agus Indriatno | September 1, 2011 pada 4:03 am
saya juga siap mengerjakan segala type lapangan tenis jika rekan-rekan ada yang berminat membuat atau merenovasi lapangan tenis. HP 081259900449
30.
herjat | Januari 23, 2013 pada 11:16 am
apa boleh menggunakan sembarang rumput? Ada nggak ya…., dijual di toko tanaman pinggir jalan itu?