5 tips melawan musuh besar kita – si CCKL
Desember 11, 2007
Pressure. Di turnamen lokal, skor 5-5, 30-30. Keringatan, gemetaran, berdebar-debar. Kita membayangkan main tenis a la Federer, dan merebut kemenangan dengan indah. Kita servis keras ke backhand, lawan cuma bermain aman, melambungkan bola ke tengah.
Kita pukul winner ke pojok, tapi lawan bisa kejar dan melambungkan bola lagi. Ada apa ini? Dengan gemas, kita coba cari winner lagi tapi kali ini masuk net. Dan point berikutnya. Dan berikutnya. Tahu-tahu kita sudah kalah 7-5, padahal lawan tidak berusaha memenangkan point, cuma mengembalikan bola saja. Salah satu contoh nyata yang terjadi di Tenis Pro adalah ketika pemain terbaik sepanjang masa, Roger Federer, bisa ditandukkan dengan permainan ultra defensif (CCKL) oleh Guillermo Canas.
Dulu semasa aktif di klub tennis mahasiswa (Unit Tenis ITB), kita punya julukan dengan konotasi negatif untuk pemain bertipe ultra defensif begini: CCKL (Cari Cari Kesalahan Lawan). Strategi mereka sangat sederhana: kembalikan bola terus sampai kita bikin error. Semua pemain tenis di berbagai level pasti pernah menghadapi CCKL, dan sering menganggap sepele karena ini bukan caranya bermain tenis “baik dan benar”, tapi tetap saja mereka yang menang. Kalah lawan CCKL bisa terasa lebih mengenaskan daripada kalah lawan pemain yang punya teknik yang superior.
Sejak memulai tenis, kita diajar untuk bikin groundstroke yang mantap, bikin point indah, mengapa bisa kalah lawan orang yang cuma bermodal lari dan melambungkan bola ASMA (ASal MAsuk-red)? Apa yang salah? Untuk itu saya mempersiapkan 5 Tips ini untuk melawan CCKL:
1. Jangan anggap enteng. CCKL adalah strategi tenis yang terbukti jitu dan mematikan. Buktinya, sampai level professional pun masih ada pemain defensif ini: Arantxa Sanchez dan Lleyton Hewitt dulu sampai nomor 1. Kalau kita mengira pertandingannya akan mudah, justru sebaliknya yang akan terjadi. Pemain CCKL hampir selalu mempunyai fighting spirit yang luar biasa, dan meskipun kita bisa menang lima point pertama dengan winner, jangan asumsi bahwa ini akan terus bertahan sampai akhir.
2. Konsisten, tapi (semi-)agresif. Winner indah nilainya sama dengan unforced error. Paling salah melawan CCKL, adalah mencoba untuk winner di setiap pukulan. Kita tidak mampu memukul winner berturut-turut, sebelum kita sampai tenis level tinggi. Daripada memukul bola sekeras-kerasnya, pukul dengan kecepatan 70% maksimum atau dimana bola masuk dengan konsisten (80-90%) tetapi tetap agresif mengarahkan bola supaya lawan harus berlari sedikit. Dengan ini, pukulan dia sendiri akan berkurang konsistensinya, dan mungkin bikin error atau memberi bola gampang. Saat ini, kita bisa mencoba winner, dengan konsisten juga tentunya.
3. Maju ke net. Pemain CCKL paling nyaman berada di baseline, dengan waktu yang cukup untuk mengejar bola. Kalau kita maju ke net, kita memaksa dia untuk bereaksi lebih cepat dan mencoba passing shot di mana dia tidak terbiasa. Siap dengan taktik favorit CCKL: membuat lob tinggi supaya kita mundur dan mencoba me- reset point. Untuk itu, kita harus berlatih banyak overhead untuk menghukum lob yang tidak sempurna. Lagi-lagi, kalaupun dapat overhead, tidak perlu membunuh sekerasnya, namun konsisten dan aggresif (point 2).
4. Senjata makan tuan. Kadang kita bisa membuat dia off-balance dengan juga bermain aman sedikit. Seringkali pemain CCKL disuapi CCKL merasa kehilangan cara untuk menang point, dan mulai mencoba winner sendiri dan gagal. Tapi ini strategi yang harus digunakan dengan hemat: kalau kita jadi mengadu bermain gaya yang sama, tentunya dia lebih berpengalaman. Melainkan, campur aduk sedikit CCKL sampai dapat bola yang gampang, lalu bermain agresif lagi. Yang penting adalah membuat dia kehilangan ritme.
5. Jangan terlihat lemah. Yang terpenting lawan CCKL adalah mental. Kita harus bersabar supaya bisa main konsisten, dan selalu terlihat siap untuk fight. Bermain CCKL membutuhkan energi, dan mereka dapat semangat baru kalau melihat lawannya frustrasi setelah bikin error, atau sudah siap menyerah. Jangan pernah terlihat bahwa kita terpengaruh oleh gaya permainannya; kalau kita bikin error, ambil nafas untuk menenangkan pikiran, dan siap untuk bertarung lagi di point berikutnya sampai akhir pertandingan.
Aree Witoelar,
Tennis Freak-Groeningen
Entry Filed under: Taktik, Tennis Tutorials. Tag: asal masuk, ASMA, CCKL, curi-curi kesalahan lawan, Federer vs Canas, taktik tenis.
18 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed












1.
prasso | Desember 11, 2007 at 10:22 am
Pengalaman pribadi nih
Thanks buat kontribusinya Ree.
2.
ronald | Desember 11, 2007 at 11:13 pm
pengalaman pribadi sebagai subjek ato objek CCKL yah mam? hahahha
3.
prasso | Desember 12, 2007 at 8:55 am
@Ronald
Dua-duanya sepertinya cong. Makanya bahasannya dalem banget kan
4.
Aree | Desember 12, 2007 at 11:28 am
pengalaman pribadi yang pahit karena gua pendukung main tenis indah… mari bersama-sama kita hapuskan cckl dari muka bumi
5.
aryoareng | Desember 12, 2007 at 12:07 pm
hehehehe… gue penggemar kemenangan… Winning is not everything…. IT’S THE ONLY THING!!!
6.
prasso | Desember 12, 2007 at 1:11 pm
@Aree
Gw setuju ama loe Ree, mau ga mau gw harus mengakui kalo CCKL itu senjata mematikan tapi gw ga mau menang dengan cara NISTA kayak gitu
7.
prasso | Desember 12, 2007 at 1:18 pm
@Aryo
Loe mirip Fabio Capello banget sih yo
8.
sistemperusahaan | Desember 13, 2007 at 2:10 am
kalo gue seh asyik asyik ajee….. (sambil nyolokin suntikan di lengan).hahaha. mau menang CCKL atopun menang INDAH…. yang penting menang….tapi g lebih banyak jadi obyek CCKL deh. terutama sama dua orang tetua UT diatas itu mam. hahaha. peace
9.
prasso | Desember 13, 2007 at 9:38 am
@sistem perusahaan
Tuh kan, ngaku aja deh semua kalo pernah maen CCKL juga terutama kalo udah ngos-ngosan seh
10.
prasso | Desember 14, 2007 at 4:09 pm
Gw sampe bikin banner-nya buat mengecam CCKL ree
11.
sistemperusahaan | Desember 18, 2007 at 12:17 pm
si kiki pasti ga happy kalo liat banner lo mam. ada michael chang. hehe
12.
prasso | Desember 18, 2007 at 12:34 pm
@sistemperusahaan
Iya hehe…Michael Chang bisa dibilang raja CCKL alias counter puncher. Dulu Ivan Lendl yang terkenal cool aja bisa hilang konsentrasinya gara-gara di CCKL-in sama Michael Chang di 4th round French Open tahun 89.
13.
Cov | Januari 20, 2008 at 6:11 pm
Lha artinya modal buat CCKL adalah bisa lari cepet dong, selain itu tipikal yg maen di baseline klo kena chop good bye my love dong wakaka
14.
prasso | Januari 22, 2008 at 8:10 am
@Wawan
Bestul sekali mas Wawan. Kalo ga bisa lari kenceng, ya ga bisa terus-terusan balikin bola. Dan yang pasti fisiknya juga harus oke. Tertarik jadi pemain CCKL nih???
15. Tipe-tipe pemain Tenis « Tennis Freak | Februari 26, 2008 at 10:05 am
[...] Kampanye “TF” [...]
16.
iman | Maret 3, 2008 at 11:07 pm
wah kalo gw mah, maen cckl aja susah apalagi maen indah ya…..
17.
RIfki Razak | Maret 4, 2008 at 9:01 pm
iman yg terkenal itu… begitu humble… dan tidak sombong… ga ada yg berubah dari pribadi lu man….
18.
prasso | Maret 4, 2008 at 9:07 pm
Iya emang Man, gak kayak Rifki yang congkak lagi bakhil