Posisi dan Geometri Permainan Tenis
Maret 25, 2008
Permainan tenis bisa dikatakan sebagai permainan yang menuntut otak kita untuk berpikir dalam suatu dimensi ruang dan juga waktu. Kenapa saya katakan begini, karena permainan tenis dibatasi oleh suatu garis-garis dan bidang dimana kita bisa dan tidak bisa menempatkan bola, sedangkan waktu tempuh bola dari satu sisi lapangan menuju sisi lapangan lain turut andil dalam suatu kerangka pola permainan. Yang akan saya bahas saat ini adalah mengenai posisi serta geometri dalam permainan tenis yang umum.
Ada beberapa “rule of thumb” dalam permainan tenis yang patut kita ketahui. Berikut akan kita coba membahas satu per satu apa saja.
1. Pukulan Menyilang (Cross Court) lebih baik daripada Lurus (Down the Line)
Ini adalah prinsip dasar dalam geometri permainan tenis. Adapun alasannya adalah pukulan cross court akan melewati bagian net yang paling rendah dan jarak diagonal yang lebih panjang sekitar 7 feet/ 2 meter daripada pukulan down the line sehingga memperkecil resiko kita untuk melakukan kesalahan.
Ini bukan berarti bahwa pukulan down the line tidak baik dilakukan. Boleh dilakukan, namun pada waktu yang tepat karena bola akan melintas pada bagian net yang paling tinggi dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Oleh karena itu kita sering sekali melihat pola pemain tenis pro bertukar pukulan menyilang hingga mendapatkan kesempatan bola pendek di dalam garis permainan dan dihabiskan dengan pukulan down the line.
2. Posisikan diri kita selalu di Tengah
Seperti orang bijak pernah bilang “Posisi menentukan prestasi”
begitu pula halnya dalam permainan tenis. Untuk mendapatkan peluang yang paling besar dalam mengembalikan bola lawan adalah dengan memposisikan diri kita di tengah dari posisi sudut pengembalian lawan. Untuk lebih jelasnya simak gambar berikut:
Pada gambar tersebut umpamakan kita berada pada posisi bawah dengan lambang bulat dan lawan di atas dengan lambang silang. Jika kita berada di posisi tengah (posisi 1) dan kita memukul lurus ke depan (posisi A), maka posisi yang baik untuk menerima adalah juga di tengah. Bila kita memukul ke arah kiri (posisi B) lawan, maka posisikan diri kita berlawanan dengan gerak lawan yaitu ke kanan(posisi 2) sehingga kita tetap di tengah sudut pengembalian lawan, begitu pun sebaliknya jika memukul ke posisi C maka posisikan diri kita di posisi 3. Jadi jika mungkin anda selama ini beranggapan bahwa pada setiap pukulan anda harus selalu kembali ke tengah garis baseline, maka itu keliru. Yang benar adalah dengan tetap berada di tengah posisi sudut pengembalian bola lawan, maka memperbesar kemungkinan kita untuk dapat mengembalikan bola.
3. Semakin dekat ke net akan memperbesar sudut pukulan
Cara yang paling baik untuk bermain agresif adalah menyerang dari dalam garis baseline. Semakin dekat anda dengan net maka pilihan sudut anda untuk menyerang lawan akan semakin terbuka lebar. Cobalah di lapangan tenis anda melihat lapangan lawan dari sudut pandang mata dari baseline kemudian maju hingga ke net, maka akan semakin jelas garis-garis lapangan lawan.
Inilah salah satu senjata yang digunakan Andre Agassi dimana dia dapat memukul bola secara agresif dari dalam garis baseline sehingga dia memiliki banyak pilihan sudut-sudut untuk mendesak lawan. Hanya saja Agassi terlatih memiliki refleks dan mata yang luar biasa sehingga bola setelah memantul langsung dipukul tanpa menunggu bola turun atau istilahnya “on the rise”.
Kira-kira itulah secara garis besar geometri lapangan yang setidaknya perlu kita ketahui. Semoga saja dapat menambah dimensi kita dalam memainkan olahraga yang kita cintai ini ![]()
Entry Filed under: Taktik, Tennis Tutorials, taktik tenis. Tag: cross court, down the line, Geometri permainan tenis, on the rise.
28 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed















1.
Yusuf | Maret 25, 2008 at 6:38 pm
Mantab, jd lebih paham. Salam kenal pa. Mau tanya tentang pukulan forehand dengan grip apa yg cocok bila posisi kita berlari mengambil bola dr posisi 1 ke posisi 2. Apakah gripnya tetap continental bila kita biasa pakai grip ini, atau western?
2.
prasso | Maret 26, 2008 at 9:06 am
@Yusuf
Salam kenal juga mas Yusuf
Jawaban saya untuk running forehand drive atau pukulan forehand sambil berlari grip yang dipakai tetap pada kebiasaan anda, kalau western ya tetap pakai western. Tapi terkadang kita berada dalam kondisi defensif sehingga perlu mengembalikan dengan forhand slice otomatis kita harus merubah grip kita menjadi kontinental. Semoga membantu….
3.
Yusuf | Maret 26, 2008 at 2:02 pm
Hmm, sebenarnya bedanya grip western atau eastern itu hanya di cara memegang raketnya saja atau posisi raket saat bertemu dengan bola juga berbeda? Saya masih berpikir kalau western itu saat raket bertemu dengan bola posisi kepala raket agak tertutup, sedangkan kalau eastern agak terbuka. Jadi bila kita dalam posisi offensive untuk running forehand drive grip yg dipakai western agar bola bila dipukul tidak out.
4.
prasso | Maret 26, 2008 at 2:53 pm
Grip western dan eastern hanya pegangan saja, sedangkan posisi raket kontak dengan bola seharusnya sama tegak lurus permukaan tanah atau tertutup sedikit saja kalo kita mau pake spin. Sampras yang dikenal memakai grip eastern, selain servis dan volinya, paling jago dengan running forehand-nya dan bisa menghasilkan angle yang mematikan dengan memakai grip eastern. Di olahraga tenis, semakin meningkat level permainan maka semakin sedikit waktu yang kita punya untuk memukul bola. Gonta-ganti grip terutama untuk stroke akan merusak konsentrasi pada saat bermain. Ganti grip itu hanya untuk servis dan voli dengan kontinental.
5.
edy | Maret 26, 2008 at 2:59 pm
makasih trik-triknya, mas
walopun belom sempet maen tenis lagi
6.
Yusuf | Maret 26, 2008 at 3:55 pm
ic, wah jadi tambah ilmu nih. Sangat berguna sekali info2 disini, jarang yg mengupas banyak tentang tenis. Oh ya pa, yang saya perhatikan dari ’slow motion’ nya federer dkk pada saat memukul bola ada gerakan pergelangan tangan (seperti menampar bola) CMIIW. Maklum nih pa, saya belum ketemu pukulan forehand spin yang pas terutama saat menerima service. Masa menerima bola aja kadang2 out atau sebaliknya ga lewat net
, padahal bolanya service biasa. Kadang2 saya heran sendiri kalau sedang stroke bagus pukulannya, tapi pas main double hilang pukulannya. Apalagi kalau dah dikasih overhead atau bola memantul tinggi, pasti mengembalikannya kalau ga out, nyangkut net
.
7.
ronald | April 13, 2008 at 11:52 am
tulisan yg ini mantep juga neh. jadi nambah ilmu bener. g lg.ketemu lawan lumayan kemaren. bakal improve neh tennis g mam.
8.
Winnu Ayi | April 26, 2008 at 7:05 pm
Holla! lam kenal!
ternyata cukup logis postingan ini, saya sering perhatiin star sport akhir – akhir ini (monte carlo), dan memang semua pemain pro menempatkan dirinya pada tempat yang benar. Seperti di gambar yang kedua. Emang seperti itu!!! Baru tahu!
This is a nice blog!
9.
kucing23 | Mei 21, 2008 at 11:17 pm
memang posisi mempengaruhi kemungkinan kita dapat mengembalikan bola tapi jangan lupa juga diperhitungkan ketinggian bola pada saat pamain lawan mukul dan kemampuan membuat spin oleh pemain lawan. karena dengan ketinggian bola yang cukup dan spin yang bagus bola pengembaliannya pun bisa kesudut-sudut extreme. jadi selain posisi juga harus memiliki kecepatan kaki dan groundstroke yang bagus…
10.
Eree | Mei 29, 2008 at 10:58 pm
Nice blog man… banyak masukan buat nambah ilmu tenis. tapi, ada ilmu buat main dobel gak? soalnya udah mulai jarang main single….tq…
11.
Baja | Juni 2, 2008 at 3:28 pm
begini mas….kami butuh info tentang vendor yang bisa merenovasi lapangan tenis, kami tinggal di bekasi timur, lapangan tenis yang sering kami pakai sekarang terbuat dari aspal, karena sering terendam banjir, kondisi lapangan menjadi berlobang-lobang…..kami berencana mau merenovasi lapangan, cuma kami belum tahu kepada siapa kami akan berkonsultasi…..
12.
M. Al' Amin | Juni 3, 2008 at 2:20 pm
Yth
Mas Prasso
Terimakasih untuk pembahasanya, semoga banyak manfaatnya, saya hanya ingin nanya kalau posisi kita double, enaknya ada di sebelah mana kalau pas lawan sedang servise( kalau saya di kanan enaknya gimana dan kalau di kiri enaknya bagaimana kalau ada servise dari lawan main) terus bagaimana cara servise yang baik? seperti yang sering di pakai pemain nasional atau dunia. terimaksih
salam
M. Al’ Amin
blogs: http://amin2007.wordpress.com
13.
ronald | Juni 10, 2008 at 12:42 am
mas mas yth. sementara ini mas prasso lagi dikarantina karena penyakit berbahaya. hehe. bukan… karena urusan kerja. so sebagai co-author blog ini, saya mewakili beliau mohon maaf. segera setelah mas imam balik dari urusan dinasnya, keingintahuan saudara2 bakal terjawab. salam tennis
14.
ketut | Juni 16, 2008 at 2:44 pm
boss kapan datang ke tempat kita ne? aku bisa kumpulin orang orang minta di ajarin gitu, tapi pastinya mahalllll yak bayarnya boleh tau gak? ato hub kita deh
15.
akbar 114/SM | Juni 17, 2008 at 10:38 am
trima ksh ats bantuan nya,dengan informasi/pengetahuan ini skrg saya menjadi mengerti apa TENNIS itu dan teknik2 dasar nya
16.
Tommy | September 6, 2008 at 10:29 am
buat acara kop dar yuk …..
sambil main tennis, yah itung2 cari wawasan baru dan teman baru
17.
ad | September 11, 2008 at 1:42 pm
saya ingin menayakan tentang bagimana saya bisa bermain konsisten dalam bermain tennis
18.
prim | September 12, 2008 at 8:21 am
Salam olahraga, Mas efektif mana backhand dua tangan dengan satu tangan pada level kelompok umur tertentu? dan minta info dimana beli bola tenis untuk latihanl? kalo tidak keberatan harga dan alamatnya, tks (Prim, Bontang Kaltim)
19.
prasso | September 12, 2008 at 12:31 pm
@ Tommy
Waduh kalau saat ini saya masih belum bisa euy. Atau mungkin teman-teman yang lain bisa janjian kopdar di lapangan tenis???
@ad
Kalau ingin konsisten yang paling mudah adalah berlatih. Bisa dengan pelatih, partner atau juga bisa dengan dinding.
@prim
Masalah backhand dua tangan atau satu tangan sebenarnya tergantung kebiasaan dan yang utama tergantung siapa yang melatih kita pada awal mula kita bermain jadi tidak terkait kelompok umur tertentu. Dua-duanya punya kekurangan dan kelebihan.
20.
LAMBANG | Desember 13, 2008 at 8:54 pm
GOOD TIPS. HIDUP TENNIS. TERIMAKASIH BANYAK
21.
Ikman | Februari 2, 2009 at 3:57 pm
Kita lagi cari partner tenis 1-3 orang untuk maen di Lap. Tenis Alteri Pondok Indah (Depan Aquarius) setiap hari Kamis Jam 19-21 Lap Indoor. Group kami sering kekurangan orang sehingga tidak cukup untuk maen double. Bagi yang tertarik gabung, silahkan japri ke saya di yahoo mail/YM : bruyant76@yahoo.com
# Ikman #
22.
Yongky | Maret 18, 2009 at 6:39 pm
Salam kenal mas Prass, saya baru belajar main tennis…
Artikel anda sangat membantu saya lebih memahami tentang tennis, terima kasih mas…
23.
Yongky | Maret 18, 2009 at 6:40 pm
Met kenal mas Prass, saya baru belajar main tennis…
Artikel anda sangat membantu saya lebih memahami tentang tennis, terima kasih mas…
24.
FREDLIE | April 23, 2009 at 4:18 pm
halo… kalo pengen join maen tenis utk daerah jakarta selatan dimana ya? mohon info? bukan latihan tp sparing partner aj yg santai2 gitu…
kbri ya! thx before… fredliemario@yahoo.com. 98013325
25.
I Ketut Buda | Juni 25, 2009 at 1:16 pm
good tips
26.
fasya | Juli 30, 2009 at 1:28 pm
thanx…membantu gles bende nie
27.
kusnanto | Agustus 14, 2009 at 1:27 pm
salam kenal pak blogger. bantuin sy nyari sparing tennis utk yg kategori nyantai jg pak (usia dah kisaran 40 nih). saran tempat di lap manggala samping dpr: lapangan gravel + kolam renang + gym lengkap. katanya disini jd member paling murah cm 300 ribu all in 1 per bulan. kalo daftar berlima lbh murah lg. terimakasih pak. bantuannya . kus: 70411311. wassalam
28.
Doni Sinaga | Agustus 14, 2009 at 1:32 pm
Ikut gabung nih pengen tau aja kalau cara pegang raket itu ada berapa jenis krn sy baru tau western dan flat tolong dong teman2 dibantu