Tenis Indonesia saat ini

Oktober 3, 2007 at 12:44 pm 9 komentar

Jakarta, 2 Oktober 2007.

Kegiatan petenis Indonesia ikut serta ke turnamen internasional diluar negeri ternyata makin meningkat. Mulai dari petenis yunior ada 11 petenis akan ikut serta di Thailand dalam turnamen ITF Rama Garden Hotel Open 2007 yang berlangsung 30 Oktober – 4 Nopember 2007 di Bangkok. Kesebelas petenis tersebut adalah Sonny Purnomo (DKI) , Ivan Regan Krijanto (Jateng), David Agung Susanto (DKI), Cynthia Melita Setyawan (Jateng), Victoria Vanessa Gunawan (DKI), Nadya Ravita (DKI), Grace Sari Ysidora (Sumut), Gusti Jaya Kusuma (Kaltim), Bella Destriana (Sumsel), Nadia Frederika (DKI) dan Theresia Mariana Susanti (Bali).

Disamping itu pula petenis Angelique Widjaja dan Wynne Prakusya akan mengikuti Women Circuit $ 25,000 di Pune India tanggal 12 November 2007 dan Women Circuit $ 10,000 di Aurangabad India tanggal 19 Nopember 2007. Begitu pula Sandy Gumulya dan Lavinia Tananta ikuti turnamen Women’s Circuit US $ 25,000 di Rockhampton Women’s International di Rockhampton tanggal 8 – 14 Oktober 2007 kemudian Coola Women’s International di Gympie Quuensland tanggal 15 – 21 Oktober 2007 dan terakhir di Traralgon Women’s International di Traralgon Victoria.

Makin meningkatnya keikutsertaa petenis Indonesia keluar negeri dari petenis yunior baik putra dan putri tidak diimbangi dengan petenis senior putra. Petenis putri lebih aktif ikut turnamen dilaur negeri sehingga prestasi mereka bisa lebih baik. Hal ini terlihat dari makin tinggi peringkat dunianya. Demikian menurut Wakil Sekjen PB Pelti August Ferry Raturandang.

Pelti news: http://www.pelti.or.id/newsdetail.php?id=298 

Sedari dulu memang dunia pertenisan Indonesia didominasi oleh petenis wanita. Lihatlah siapa yang bisa merangsek ke dunia tenis profesional, yaitu Yayuk Basuki dan Angelique Wijaya yang notabene sempat masuk 50-an peringkat dunia. Sedangkan atlet prianya masih berkutat di level Asia atau pada turnamen-turnamen futures dan lokal. Atlet pria juga setelah masuk usia senior banyak yang memilih untuk berkarir di luar tenis profesional. Saya dulu memiliki seorang teman yang juniornya termasuk yang terbaik di daerahnya, namun akhirnya lebih memilih serius meneruskan kuliah dan sekarang berakhir menjadi pelatih tenis dan businessman.

Kalau ingin membandingkan dengan negara tetangga sesama Asean, yaitu Thailand, justru mereka bisa mencetak pemain putra dan putri berkaliber internasional. Siapa yang tak kenal dengan Paradorn Srichapan dan Udomchoke serta Tamarind Tanasugarn untuk putrinya. Padahal saya yakin kita juga bisa loh menyamai Thailand karena sudah banyak sekali klub-klub tenis di Indonesia yang mencetak bibit-bibit pemain junior yang bagus-bagus.

Entry filed under: Berita tenis. Tags: .

Mengukur level permainan tenis anda Teknik pukulan Voli

9 Komentar Add your own

  • 1. sigid  |  Oktober 3, 2007 pukul 2:23 pm

    ha ha ……… PERTAMAX:mrgreen:

    Balas
  • 2. ronald  |  Oktober 3, 2007 pukul 9:58 pm

    yayuk basuki pernah peringkat top ten yah kayanya. 9 gitu? ato 19? lupa guah. kemaren liat lee hyung taik (korea) juga bagus tuh…. masuk ke babak ke 4. ngalahin andy murray.

    Balas
  • 3. prasso  |  Oktober 4, 2007 pukul 8:50 am

    Oh iya…paling tinggi peringkatnya Yayuk Basuki itu 19 setelah dia masuk perempat final Wimbledon n kalah lawan Steffi Graff tahun 1997. Sedangkan peringkat 9 itu ternyata peringkat tertinggi buat dobelnya.

    Balas
  • 4. rifki  |  Oktober 18, 2007 pukul 1:47 am

    Yayuk walau cuma peringkat 19 tapi dia lumayan sering masuk perempat final wimbledon.. di tahun 92 servisnya termasuk 5 besar tercepat di WTA..

    Balas
  • 5. ADIE  |  Januari 5, 2008 pukul 11:57 am

    Gimana caranya supaya tenis di Indonesia khsusnya di daerah lebih maju???
    Masa kalah dengan Thailand….

    Balas
  • 6. prasso  |  Januari 8, 2008 pukul 9:14 am

    @Adie
    Gampang, bikin saja kompetisi mulai dari junior di tingkat daerah, propinsi, dan nasional. Sayangnya tenis bukan olahraga yang sangat populer di Indonesia seperti sepakbola atau bulutangkis sehingga aliran dananya juga mungkin kurang untuk bikin kompetisi-kompetisi.

    Balas
  • 7. duta  |  Juni 8, 2008 pukul 9:30 am

    mnurut q ciy ptnisan ina musti dphatiin dweh . . . . tutma q sbg pnerus yayuk basuki . . . hwe he he

    Balas
  • 8. Arief  |  Juli 28, 2008 pukul 11:43 pm

    Banyak hambatan-hambatan yang ada di pertenisan Indonesia
    Untuk membeli machine ball di Indonesia aja susah
    Prosedur-prosedur pada sekolahan tenis di Indonesia tidak mendukung untuk maju.
    System Pelatihan sangat jarang yang sistematis, seperti di luar negeri.
    Mimpi kali ya…..tenis Indonesia bisa maju? atau Indonesia hanya bisa mengeluh tanpa dapat memperbaiki.

    Balas
  • 9. yesky  |  November 6, 2008 pukul 9:37 pm

    sudah baca buku rogerfrederer story belum ?????quest for perfection….keren bgt loh….cari aja di gramedia…..kalau ga salah terbitan penerbit Andi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Isi Buku Tamu “TF”

Arsip Tenis Freak

RSS Berita-berita Tenis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tennis Freak Links

Tennis Quote

" I think about that sometimes - learning to play in a parking lot, stringing nets between cars. I learned to play by hitting against a brick wall, not a ball machine or other players. And my Father was my coach - teaching me from a twenty year-old book. When I hear people say that you can't make it in tennis if you don't have a lot of money, I know they're wrong. We didn't have much money. But I loved the sport and that was enough."

- Monica Seles -

Tennis Jokes

Q. What do you serve but never eat?
A. A Tennis ball.

Q. Why you should never fall in love with a tennis player?
A. To them ‘Love’ means nothing.

Q. Why are fish never good tennis players?
A. They don’t like getting close to the net.

Q. Why is tennis a noisy game?
A. Because each player raises a racket.

Poto-poto Flickr

Federer-Nadal 1

Federer-Nadal 2

Federer-Nadal 3

Federer-Nadal 9

Federer-Nadal 22

Federer-Nadal 21

Lebih Banyak Foto

Yang ngakses “TF”

Informasi pengunjung TF

Kontak kami @

or


Subscribe to my feed RSS

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia





Tennis Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Subscribe with Bloglines

TF Blog Statistik

  • 846,927 aces

Kampanye “TF”


%d blogger menyukai ini: