5 tips melawan musuh besar kita – si CCKL

Desember 11, 2007 at 10:17 am 20 komentar

Pressure. Di turnamen lokal, skor 5-5, 30-30. Keringatan, gemetaran, berdebar-debar. Kita membayangkan main tenis a la Federer, dan merebut kemenangan dengan indah. Kita servis keras ke backhand, lawan cuma bermain aman, melambungkan bola ke tengah.federer_narrowweb__300x4430.jpg Kita pukul winner ke pojok, tapi lawan bisa kejar dan melambungkan bola lagi. Ada apa ini? Dengan gemas, kita coba cari winner lagi tapi kali ini masuk net. Dan point berikutnya. Dan berikutnya. Tahu-tahu kita sudah kalah 7-5, padahal lawan tidak berusaha memenangkan point, cuma mengembalikan bola saja. Salah satu contoh nyata yang terjadi di Tenis Pro adalah ketika pemain terbaik sepanjang masa, Roger Federer, bisa ditandukkan dengan permainan ultra defensif (CCKL) oleh Guillermo Canas.

Dulu semasa aktif di klub tennis mahasiswa (Unit Tenis ITB), kita punya julukan dengan konotasi negatif untuk pemain bertipe ultra defensif begini: CCKL (Cari Cari Kesalahan Lawan). Strategi mereka sangat sederhana: kembalikan bola terus sampai kita bikin error. Semua pemain tenis di berbagai level pasti pernah menghadapi CCKL, dan sering menganggap sepele karena ini bukan caranya bermain tenis “baik dan benar”, tapi tetap saja mereka yang menang. Kalah lawan CCKL bisa terasa lebih mengenaskan daripada kalah lawan pemain yang punya teknik yang superior.

Sejak memulai tenis, kita diajar untuk bikin groundstroke yang mantap, bikin point indah, mengapa bisa kalah lawan orang yang cuma bermodal lari dan melambungkan bola ASMA (ASal MAsuk-red)? Apa yang salah? Untuk itu saya mempersiapkan 5 Tips ini untuk melawan CCKL:

1. Jangan anggap enteng. CCKL adalah strategi tenis yang terbukti jitu dan mematikan. Buktinya, sampai level professional pun masih ada pemain defensif ini: Arantxa Sanchez dan Lleyton Hewitt dulu sampai nomor 1. Kalau kita mengira pertandingannya akan mudah, justru sebaliknya yang akan terjadi. Pemain CCKL hampir selalu mempunyai fighting spirit yang luar biasa, dan meskipun kita bisa menang lima point pertama dengan winner, jangan asumsi bahwa ini akan terus bertahan sampai akhir.

2. Konsisten, tapi (semi-)agresif. Winner indah nilainya sama dengan unforced error. Paling salah melawan CCKL, adalah mencoba untuk winner di setiap pukulan. Kita tidak mampu memukul winner berturut-turut, sebelum kita sampai tenis level tinggi. Daripada memukul bola sekeras-kerasnya, pukul dengan kecepatan 70% maksimum atau dimana bola masuk dengan konsisten (80-90%) tetapi tetap agresif mengarahkan bola supaya lawan harus berlari sedikit. Dengan ini, pukulan dia sendiri akan berkurang konsistensinya, dan mungkin bikin error atau memberi bola gampang. Saat ini, kita bisa mencoba winner, dengan konsisten juga tentunya.

3. Maju ke net. Pemain CCKL paling nyaman berada di baseline, dengan waktu yang cukup untuk mengejar bola. Kalau kita maju ke net, kita memaksa dia untuk bereaksi lebih cepat dan mencoba passing shot di mana dia tidak terbiasa. Siap dengan taktik favorit CCKL: membuat lob tinggi supaya kita mundur dan mencoba me- reset point. Untuk itu, kita harus berlatih banyak overhead untuk menghukum lob yang tidak sempurna. Lagi-lagi, kalaupun dapat overhead, tidak perlu membunuh sekerasnya, namun konsisten dan aggresif (point 2).

4. Senjata makan tuan. Kadang kita bisa membuat dia off-balance dengan juga bermain aman sedikit. Seringkali pemain CCKL disuapi CCKL merasa kehilangan cara untuk menang point, dan mulai mencoba winner sendiri dan gagal. Tapi ini strategi yang harus digunakan dengan hemat: kalau kita jadi mengadu bermain gaya yang sama, tentunya dia lebih berpengalaman. Melainkan, campur aduk sedikit CCKL sampai dapat bola yang gampang, lalu bermain agresif lagi. Yang penting adalah membuat dia kehilangan ritme.

5. Jangan terlihat lemah. Yang terpenting lawan CCKL adalah mental. Kita harus bersabar supaya bisa main konsisten, dan selalu terlihat siap untuk fight. Bermain CCKL membutuhkan energi, dan mereka dapat semangat baru kalau melihat lawannya frustrasi setelah bikin error, atau sudah siap menyerah. Jangan pernah terlihat bahwa kita terpengaruh oleh gaya permainannya; kalau kita bikin error, ambil nafas untuk menenangkan pikiran, dan siap untuk bertarung lagi di point berikutnya sampai akhir pertandingan.

Aree Witoelar,

Tennis Freak-Groeningen

Entry filed under: Taktik, Tennis Tutorials. Tags: , , , , , .

Posisi Indonesia di SEA GAMES…..Terpuruk Maning :-( DVD Tenis

20 Komentar Add your own

  • 1. prasso  |  Desember 11, 2007 pukul 10:22 am

    Pengalaman pribadi nih🙂 Thanks buat kontribusinya Ree.

    Balas
  • 2. ronald  |  Desember 11, 2007 pukul 11:13 pm

    pengalaman pribadi sebagai subjek ato objek CCKL yah mam? hahahha

    Balas
  • 3. prasso  |  Desember 12, 2007 pukul 8:55 am

    @Ronald
    Dua-duanya sepertinya cong. Makanya bahasannya dalem banget kan😀

    Balas
  • 4. Aree  |  Desember 12, 2007 pukul 11:28 am

    pengalaman pribadi yang pahit karena gua pendukung main tenis indah… mari bersama-sama kita hapuskan cckl dari muka bumi

    Balas
  • 5. aryoareng  |  Desember 12, 2007 pukul 12:07 pm

    hehehehe… gue penggemar kemenangan… Winning is not everything…. IT’S THE ONLY THING!!!

    Balas
  • 6. prasso  |  Desember 12, 2007 pukul 1:11 pm

    @Aree
    Gw setuju ama loe Ree, mau ga mau gw harus mengakui kalo CCKL itu senjata mematikan tapi gw ga mau menang dengan cara NISTA kayak gitu😀

    Balas
  • 7. prasso  |  Desember 12, 2007 pukul 1:18 pm

    @Aryo
    Loe mirip Fabio Capello banget sih yo

    Balas
  • 8. sistemperusahaan  |  Desember 13, 2007 pukul 2:10 am

    kalo gue seh asyik asyik ajee….. (sambil nyolokin suntikan di lengan).hahaha. mau menang CCKL atopun menang INDAH…. yang penting menang….tapi g lebih banyak jadi obyek CCKL deh. terutama sama dua orang tetua UT diatas itu mam. hahaha. peace

    Balas
  • 9. prasso  |  Desember 13, 2007 pukul 9:38 am

    @sistem perusahaan
    Tuh kan, ngaku aja deh semua kalo pernah maen CCKL juga terutama kalo udah ngos-ngosan seh🙂

    Balas
  • 10. prasso  |  Desember 14, 2007 pukul 4:09 pm

    Gw sampe bikin banner-nya buat mengecam CCKL ree😀

    Balas
  • 11. sistemperusahaan  |  Desember 18, 2007 pukul 12:17 pm

    si kiki pasti ga happy kalo liat banner lo mam. ada michael chang. hehe

    Balas
  • 12. prasso  |  Desember 18, 2007 pukul 12:34 pm

    @sistemperusahaan
    Iya hehe…Michael Chang bisa dibilang raja CCKL alias counter puncher. Dulu Ivan Lendl yang terkenal cool aja bisa hilang konsentrasinya gara-gara di CCKL-in sama Michael Chang di 4th round French Open tahun 89.

    Balas
  • 13. Cov  |  Januari 20, 2008 pukul 6:11 pm

    Lha artinya modal buat CCKL adalah bisa lari cepet dong, selain itu tipikal yg maen di baseline klo kena chop good bye my love dong wakaka

    Balas
  • 14. prasso  |  Januari 22, 2008 pukul 8:10 am

    @Wawan
    Bestul sekali mas Wawan. Kalo ga bisa lari kenceng, ya ga bisa terus-terusan balikin bola. Dan yang pasti fisiknya juga harus oke. Tertarik jadi pemain CCKL nih???😀

    Balas
  • 15. Tipe-tipe pemain Tenis « Tennis Freak  |  Februari 26, 2008 pukul 10:05 am

    […] Kampanye “TF” […]

    Balas
  • 16. iman  |  Maret 3, 2008 pukul 11:07 pm

    wah kalo gw mah, maen cckl aja susah apalagi maen indah ya…..

    Balas
  • 17. RIfki Razak  |  Maret 4, 2008 pukul 9:01 pm

    iman yg terkenal itu… begitu humble… dan tidak sombong… ga ada yg berubah dari pribadi lu man….

    Balas
  • 18. prasso  |  Maret 4, 2008 pukul 9:07 pm

    Iya emang Man, gak kayak Rifki yang congkak lagi bakhil😛

    Balas
  • 19. Tipe Pemain « It's All About Tennis  |  April 13, 2010 pukul 1:51 pm

    […] dikembalikan dengan baik. Tipe pemain ini waktu jaman saya kuliah dulu sering dijuluki sebagai CCKL (Cari-Cari Kesalahan Lawan). Konsistensi, kesabaran dan taktik merupakan modalnya dalam mengalahkan lawan-lawannya. Tipe ini di […]

    Balas
  • 20. Wiwied Windiarto  |  Februari 26, 2016 pukul 7:07 am

    terima kasih tipsnya,,,, sangat bermanfaat buat saya, di daerah saya banyak nie yang main dengan cara CCKL ginian..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Isi Buku Tamu “TF”

Arsip Tenis Freak

RSS Berita-berita Tenis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tennis Freak Links

Tennis Quote

" I think about that sometimes - learning to play in a parking lot, stringing nets between cars. I learned to play by hitting against a brick wall, not a ball machine or other players. And my Father was my coach - teaching me from a twenty year-old book. When I hear people say that you can't make it in tennis if you don't have a lot of money, I know they're wrong. We didn't have much money. But I loved the sport and that was enough."

- Monica Seles -

Tennis Jokes

Q. What do you serve but never eat?
A. A Tennis ball.

Q. Why you should never fall in love with a tennis player?
A. To them ‘Love’ means nothing.

Q. Why are fish never good tennis players?
A. They don’t like getting close to the net.

Q. Why is tennis a noisy game?
A. Because each player raises a racket.

Poto-poto Flickr

Federer-Nadal 1

Federer-Nadal 2

Federer-Nadal 3

Federer-Nadal 9

Federer-Nadal 22

Federer-Nadal 21

Lebih Banyak Foto

Yang ngakses “TF”

Informasi pengunjung TF

Kontak kami @

or


Subscribe to my feed RSS

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia





Tennis Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Subscribe with Bloglines

TF Blog Statistik

  • 846,916 aces

Kampanye “TF”


%d blogger menyukai ini: